Bahasa | English

News & Events

AGM FFTI 2009, Dari FFTI Menuju WFTO Indonesia

agm-web
Minggu pertama bulan Oktober 2009, tepatnya tanggal 5-7 Oktober 2009, Forum Fair Trade Indonesia (FFTI) mengadakan Rapat Tahunan; Annual General Meeting (AGM). Bertempat di lantai dua Sekretariat FFTI, Sanur-Bali, tepat diatas Fair Trade Outlet FFTI, AGM 2009 dihadiri oleh Pekerti dari Jakarta, APIKIRI, Sahani, Klinik Konsultan Bisnis Daerah Istimewa Yogyakarta dan CD Bethesda dari Yogyakarta, Lombok Pottery Centre dari Lombok, serta Mitra Bali dari Bali. Dua anggota lainnya yaitu Arum Dalu Mekar dari Bali dan JPKP (Jaringan Pengembang Kawasan Pesisir) Buton dari Sulawesi Tenggara tidak bisa hadir karena padatnya kegiatan mereka. AGM 2009 terasa istimewa dan lebih “bertenaga” oleh kehadiran Ramona Ramos, Direktur Eksekutif WFTO Asia.

Adapun agenda yang dibahas pada AGM kali ini adalah membership (keanggotaan), rencana perubahan dari FFTI ke WFTO Indonesia, Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan dan Keuangan FFTI 2008 – 2009, rencana program ke depan FFTI dan Laporan Operasional Fair Trade Outlet. Agenda tersebut dibahas pada hari pertama. Sedangkan di hari kedua, Gerakan Fair Trade di Asia dan SFTMS (Sustainable Fair Trade Management System) menjadi topik hangat yang didiskusikan oleh Ramona Ramos dengan para peserta. Sesudahnya diadakan Advokasi Workshop, yang merupakan replikasi workshop dari WFTO Regional Advocacy Workshop yang diadakan Dhaka 4-6 September 2009 lalu. Pada hari kedua ini FFTI juga mengundang LSM lokal Bali, sebagai bagian dari kampaye dan berbagi pengetahuan tentang Fair Trade terhadap organisasi yang memiliki potensi untuk bergabung dengan FFTI. LSM yang hadir yaitu Yayasan Wisnu, Yayasan Kalimajari dan PPLH Bali (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Bali. Hari terakhir AGM, diisi dengan kunjungan lapangan ke Fair Trade Village di Abuan, Kintamani.

Beberapa kesepakatan yang dihasilkan pada AGM tersebut adalah disetujuinya commitment fee dan annual fee untuk anggota, perubahan bertahap dari FFTI ke WFTO Indonesia dan disepakatinya “Membawa Suara Fair Trade kepada Pemerintah” sebagai strategi adavokasi untuk tiga tahun kedepan. Selain kesepakatan, banyak juga hal-hal positif yang dihasilkan, yakni diterimanya Laporan Pertanggungjawaban dan Keuangan FFTI tahun 2008 -2009 oleh anggota, FFTI turut memberikan sumbangan bagi korban gempa di Padang, Sumatera Utara, dan FFTI akan turut ambil bagian dalam aksi MDG’s STAND-UP (BANGKIT!) di Bali tanggal 18 Oktober 2009. Dalam AGM ini juga dibicarakan mengenai SFTMS Baseline Project yang akan diadakan oleh WFTO Asia bulan Januari 2010 nanti. Dua anggota FFTI yang akan mengikuti kegiatan ini akan ditentukan paling lambat bulan November 2009. Sebuah peristiwa bersejarah lahir dalam AGM ini, ketika Agung Alit; Sekretaris Jenderal FFTI, menandatangani MoU dengan Ramona Ramos, dihadapan para peserta AGM.

Dapat dikatakan bahwa AGM Forum Fair Trade Indonesia 2009, memberikan semangat yang positif bagi seluruh peserta yang hadir. Menurut mereka, AGM kali ini lebih sistematis, lebih banyak membahas agenda yang up to date serta membawa pengaruh yang dinamis selama 3 hari AGM. Kehadiran LSM lokal Bali yang concern dengan Fair Trade memberikan banyak masukan untuk FFTI ke depan, baik dari sisi gerakan maupun bisnis. “Selamat atas suksesnya AGM FFTI 2009,” begitu ungkap Iwan dari Pakerti. Perubahan dari FFTI menuju WFTO Indonesia membawa harapan baru dalam gerakan Fair Trade di Indonesia.