News & Events
Kunjungan Jarimatika Indonesia ke FFTI

Kunjungan Jarimatika ke Forum Fair Trade Indonesia
Minggu pagi, 27 Februari 2011, Ibu Septi Peni Wulandari beserta rombongan Jarimatika mengunjungi Forum Fair Trade Indonesia (FFTI). Permintaan maaf berkali-kali dilontarkan pada kami , tim FFTI, karena telah mengganggu hari Minggu kami, apalagi pagi itu hujan deras mengguyur kota Denpasar, suasana yang memang lebih mengasyikkan tinggal di rumah bersama keluarga. Namun melihat semangat dari tim Jarimatika, rasanya tidak ada alasan untuk menolak kunjungan mereka.
“Kami ingin belajar fair trade. Maka dari itu, selagi kami ada di Bali,kami HARUS bertemu dengan kawan-kawan”, begitu disampaikan Ibu Septi saat mengawali perjumpaan dengan kami, tim FFTI pagi itu.
Jarimatika Indonesia adalah sebuah lembaga yang memperkenalkan kepada anak bahwa matematika (khususnya berhitung) itu menyenangkan (www.jarimatika.com). Jarimatika adalah cara berhitung (operasi Kali-Bagi-Tambah-Kurang) dengan menggunakan jari-jari tangan. Selain menghitung, Jarimatika juga memperkenalkan metode AbacaBaca, yaitu teknik belajar membaca dengan merangkai suku kata (bukan huruf seperti umumnya). Saat ini Jarimatika sudah menerbitkan beberapa buku yang bisa digunakan sebagai panduan belajar mengajar, baik untuk orang tua maupun guru. Lembaga Jarimatika juga sudah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan memiliki cabang di luar negeri, dari Asia sampai Timur Tengah.
Menariknya, kegiatan Jarimatika tidak hanya melulu pada pengajaran behitung dan membaca. Septi Peni Wulanadari sebagai pendiri Jarimatika, juga menyebut lembaganya sebagai “Sekolah Menjadi Ibu Profesional” , karena disana ia juga membentuk komunitas belajar bersama untuk ibu-ibu rumah tangga. Temanya beragam, mulai dari mendidik anak,mengembangkan usaha, sampai pada mengatur keuangan keluarga. Atas upaya-upanya ini, tidak heran jika Septi memperoleh berbagai penghargaan, seperti Danamon Award, Ashoka Fellowship, penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan tawaran mengajar dari beberapa Kedutaan Besar.
Lalu, kenapa Septi bersama rombongannya tertarik berkunjung dan mempelajari fair trade? Selain karena memang ingin mengetahui gerakan fair trade secara nasional bahkan global, rombongan Jarimatika juga ingin mengetahui bagaimana praktek perdagangan berkeadilan (fair trade) diterapkan. Saat ini, Jarimatika juga memiliki memeiliki produk merchandise dan produk yang juga digunakan untuk media belajar berhitung. Maka dari itu, untuk mengenal gerakan fair trade di Indonesia maupun internasional, Bapak Agung Alit selaku Sekjen FFTI memberikan penjelasan terkait hal tersebut, dan dilanjutkan oleh Komang Adiartha yang menjelaskan praktek fair trade di salah satu member FFTI, yaitu Mitra Bali Fair Trade.
Banyak pertanyaan kritis muncul, seperti bagaimana menentukan harga produk, perlakuan yang adil kepada perajin/ produser, metode pemasaran, dan sebagainya. Diskusi berlangsung hangat, diselingi dengan “guyon” dan canda dari peserta yang hadir. Di akhir acara, salah satu tim Jarimatika menunjukkan produk yang mereka buat sebagai alat/media belajar mengajar berhitung dan membaca. Produk ini dibuat dari bahan daur ulang dan dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga.
Pelajaran yang komprehensif kami dapat Minggu pagi ini. Dimulai dari penghargaan terhadap profesi sebagai ibu rumah tangga yang selama ini dipandang sebelah mata; pemberdayaan perempuan; metode pendidikan anak-anak yang tidak membosankan; sampai pada bisnis yang bisa dikembangkan dari perpaduan program-program tersebut.
Terima kasih atas kunjungan tim Jarimatika. Semoga semangat, optimisme, dan program-programnya bisa semakin tersebar luas, untuk peningkatan kualitas anak maupun perempuan di Indonesia.


