News & Events
Pada bulan Juni – Juli 2011, FFTI memfokuskan kegiatan pada pengembangan fair trade outlet dan peningkatan kapasitas anggota.

Dari awal didirikan pada tahun 2008, Fair Trade Outlet mendisplay produk member FFTI yang sebagian besar adalah kerajinan (craft). Hanya 1 member yang memiliki produk makanan, seperti beras, tea,dan herbal. Pertengahan tahun 2010, FFTI mulai bekerja sama dengan NGO di Bali yang memiliki unit bisnis, khususnya makanan. Kami membantu mereka memasarkan produk di fair trade outlet. Awal Juni 2011, kami mengembangkan kerja sama dengan Consumer Awareness (CA) Bali yang membentuk sebuah organic outlet. Mereka bergabung dengan fair trade outlet. Produk yang mereka tawarkan adalah sayur organic, beras organic, dan makanan organic lainnya. Tentu saja ini menambah variasi produk yang ada di fair trade outlet.


Dampak dari bertambahnya variasi produk adalah meningkatnya kunjungan ke outlet. Sebagian dari mereka adalah pelanggan outlet organic. Ini juga berdampak pada meningkatnya penjualan di outlet. Ke depannya, kami akan mengganti nama fair trade outlet menjadi fair trade shop, dan meningkatkan promosi di media. Tujuan kampanye di media adalah mensosialisasikan produk fair trade. Dengan semakin banyak orang yang tahu dan membeli mengenai produk fair trade, maka akan lebih banyak perajin, petani, nelayan yang terbantu.

Kegiatan berikutnya di bulan Juni adalah pengembangan kapasitas member dan penguatan jaringan member FFTI, dengan mengunjungi member. Kali ini member yang dikunjungi adalah Lombok Pottery Centre dan JPKP Buton (Jaringan Pengembang Kawasan Pesisir Buton). Sebelumnya di Bulan Mei, kami juga telah mengunjungi perajin Mitra Bali dan Arum Dalu Mekar. Dari kunjungan ini kami tim FFTI mendapat banyak input dari anggota, diantaranya perlunya pelatihan mengenai trend desain untuk LPC; pengembangan produk dan pengenalan bisnis untuk JPKP Buton. Pelajaran lain yang didapat dari kunjungan ke masing-masing member ini adalah, kami melihat langsung perajin / petani yang memproduksi kerajinan gerabah di Lombok, perajin tenun dan petani mete organic di Buton. Mereka semua berharap produk mereka bisa lebih dikenal melalui fair trade outlet, sehingga bisa membantu perekonomian mereka. Selain itu, kami bisa menuliskan story of artisan dilengkapi dengan foto yang akan kami pajang di outlet. Tentunya ini akan memberi value added pada produk fair trade yang bersangkutan. Dengan demikian, kami bisa menceritakan secara langsung kepada customer yang tertarik dengan produk yang bersangkutan.


Dalam jangka waktu Juni – Juli 2011, FFTI juga mendapat kunjungan dari beberapa organisasi. FFTI (termasuk Fair Trade Outlet) dinilai sebagai sebuah tempat “studi banding” bagi NGO dan beberapa komunitas sebagai sebuah perpaduan bisnis dan sosial. Mereka ingin mengembangkan hal yang sama di tempat dampingan mereka. Sebuah kebanggaan bagi kami dijadikan contoh, dan semoga ini bisa menjadi pemicu bagi kami untuk terus melakukan peningkatan. Beberapa komunitas yang berkunjung antara lain : Oxfam Australia’s partner (saat mereka mengadakan Oxfam Australia Partner Meeting); Badan Usaha Milik Desa Tabarano,Makassar.


